Laman

Selasa, 30 Juli 2013

Serial Kartun 'Hey Arnold' dan potret pluralitas di sudut- sudut Negara Amerika

Mungkin tulisan ini pernah ditulis oleh beberapa blogger, tetapi penulis sangat ingin mengangkat kembali topik ini lebih mendalam. Mungkin anda masih mengingat tentang serial kartun yang pernah mampir di stasuin televisi swasta di Indonesia sekitar akhir era 90 an sampai awal 2000 an. Hey Arnold  merupakan serial kartun yang di promotori oleh Nickleodeon dan animasi dan alur cerita ditulis oleh  Craig Bartlett yang juga 'pencipta' serial kartun Rugrats dan Dinosaur Train. Kembalikan kembali ingatan anda tentang serial kartun ini. Mungkin dahulu di masa kecil, kita hanya menikmati serial kartun ini hanya dari segi hiburan. Tetapi tanpa disadari, penulis ingin menyampaikan edukasi tentang kerukunan pluralitas antar manusia.
Hey Arnold  mengisahkan seorang bocah bernama Arnold yang tinggal bersama kakek dan nenek nya. Arnold sengaja dititipkan orang tuanya sejak kecil bersama kakek neneknya karena orang tua arnold merupakan pengembara dan hingga Arnold dewasa kedua orang tua Arnold tidak diketahui keberadaanya. Arnold tinggal di rumah kakek nenek nya tersebut yang juga merupakan sebuah Boarding House yang bernama Sunset Arms (Di Indonesia sering disebut rumah kos- kosan) yang dihuni oleh beberapa orang yang sangat menggambarkan Pluralitas di negara Amerika.


Tokoh- tokoh dan ke Pluralitasa nya
  • Tokoh di Sunset Arms

Arnold

Untuk tokoh utama, yaitu Arnold merupakan protagonis pada serial ini. Arnold merupakan bocah keturunan inggris skotlandia. Arnold sendiri selalu mengenakan celana khas skotlandia yang berbentuk seperti rok dengan motif kotak- kotak berwarna merah. Arnold digambarkan seorang bocah yang bijaksana sehingga dia sangat disukai oleh teman- temanya.

Phil Steely (Kakek Arnold) Veteran Perang Dunia II


Merupakan seorang Veteran perang dunia ke II yang selalu memberikan nasehat- nasehat ke Arnold jika Arnold memiliki masalah. Phil selalu menceritakan kisah- kisahnya di masa perang dalam mencapai nasehatnya. Meskipun sebagian besar ceritanya hanya merupakan bualan semata. Tetapi nasehat- nasehat dari phil sangatlah berarti bagi Arnold.
Tokoh Phil merupakan wakil  potret dari nasib veteran- veteran perang dunia di Amerika. Di Amerika sendiri, Veteran perang dunia juga turut mewarnai keberagaman di negara Amerika.

Oskar Kokoskha Imigran dari Eropa Timur


Oskar Kokoskha ialah salah satu tokoh yang turut mewarnai lika liku kehidupan di Sunset Arms. Oskar merupakan tokoh yang digambarkan sebagai tokoh pemalas dan seorang pengangguran sejati. Oskar merupakan tokoh yang paling dibenci di Sunset Arms krana sifat malasnya itu. Oskar memiliki istri bernama Suzie Kokhoska dan mungkin satu- satunya tokoh yang peduli dengan dia. Oskar Kokoskha merupakan imigran dari negara Eropa Timur lebih tepatnya Cekoslowakia.

Mr. Huynh Imigran dari Vietnam

Huynh merupakan orang asli Vietnam yang kemudian berimigran ke Amerika pada saat akhir perang Vietnam. Bisa di bilang Hyunh menjadi korban perang Vietnam yang berhasil ber imigrasi ke negara Amerika. Dengan mata sipit dan kulit putih nya sangat sesuai dengan ciri bangsa Vietnam.
Huynh bisa dikatakan sebagai wakil dari satu juta Imigran Vietnam yang menetap di Amerika karena menjadi korban perang Vietnam yang terjadi antara tahun 1957 dan 1975.


  • Tokoh Teman Arnold
Helga Geraldine Pataki Keturunan bangsa Rusia


Helga Gerlaldine Pataki yang pada serial tersebut sering di panggil Helga, merupakan tokoh yang memiliki konflik batin yang paling besar dari pada tokoh- tokoh lain. Dikarnakan Helga di kenal sangat membenci Arnold dan jika  bertemu selalu mencaci maki dan mengganggu Arnold. Tetapi ternyata, di sisi lain Helga telah jatuh cinta pada Arnold.
Helga memiliki seorang ayah yang bernama Robert "Big Bob" Pataki, yang pada beberapa episode menjadi tokoh antagonis. Tokoh Helga dan Big bob memiliki beberapa kemiripan sifat yaitu keras kepala, kasar, dan Tempramental. Bahkan ada salah satu episode, Big bob menjadi tokoh yang melakukan penggusuran taman bermain, yang ditentang oleh Arnold dan Kawan- kawan. Hal ini menjadi alasan mengapa Big Bob menjadi tokoh anatagonis dalam serial tersebut.
Big bob dan keluarga merupakan warga negara amerika keturunan Rusia. Nama belakang Pataki seakan menegaskan jika mereka merupakan keturunan bangsa Rusia. Tetapi yang menjadi pertanyaan penulis ialah, keterkaitan bangsa Rusia dengan ke antagonisan tokoh tersebut. Yang kita ketahui jika Rusia dan Amerika merupakan dua negara yang kerap terlibat konflik.

Gerald Johanssen simbol perdamaian bangsa keturunan Afrika di Amerika
Merupakan sahabat terbaik Arnold. Tokoh ini mewakili bangsa kulit hitam keturunan Afrika yang cukup mendominasi di Amerika dengan ciri khas rambut afro (Kribo) dan kulit warna hitam. Persahabatan antara Gerald dan Arnold mungkin bisa jadi sebuah simbol perdamaian antara bangsa kulit putih dan kulit hitam. Kita ketahui di Amerika, warna kulit merupakan hal paling sensitif di bahas dan kerap terjadi konflik yang mengatas namakan kelompok dengan warna kulit tertentu.

Harold Berman




Harold digambarkan sebagai tokoh  anak nakal yang kerap menindas teman- teman yang lebih kecil di sekolahnya. Tetapi  Harold juga merupakan anak yang pengecut dan kerap kali lari jika berhadapan dengan lawan yang lebih besar. Tokoh Harold dan keluarganya  merupakan wakil dari bangsa Yahudi di negara Amerika. Harold merupakan bangsa Yahudi, diketahui dalam sebuah episode nya Harold melakukan sebuah upacara agama Yahudi bersama keluarganya. Tidak diketahui apakah sifat dari Harold merupakan gambaran utama orang Amirika mengenai bangsa Yahudi.

Phoebe Hayerdahl



Phoebe digambarkan sebagai anak pintar yang selalu menjadi juara kelas. Phoebe  teman baik dari Helga di ketahui sebagai anak keturunan Jepang. Sang Ayah yang bernama Kyo Hayerdahl memiliki ayah asli jepang (kakek phoebe) dan ibu (nenek phoebe) meupakan asli Norwegia. Sedangkan ibu Phoebe dikatakan asli dari Kentucky (Amerika Selatan).

Stinky Peterson




Dalam serial ini, tokoh Stinky dan keluarganya dikatakan sebagai orang desa yang melakukan urbanisasi. Stinky dan keluarga berasal dari Arkansas. Sebagai orang desa sangat digambarkan sebagai orang yang lugu dan sangat polos. Seperti halnya di Indonesia, bahkan di Amerika pun juga banyak terjadi Urbanisasi dimana orang desa yang melakukan perpindahan ke  kota, untuk mendapat hidup yang lebih baik.


Serial film Hey Arnold bisa dijadikan sebuah simbol pluralitas di negara Amerika. Berbagai macam bangsa di negara Amerika bisa hidup rukun berdampingan, meskipun terkadang terjadi sebuah konflik- konflik yang  kecil. Melalui serial kartun ini bisa menjadi bukti jika negara Amerika merupakan negara besar yang di dalamnya terdapat beberapa perbedaan yang mewarnai setiap sudutnya dapat hidup berdampingan. Film seperti ini sangat cocok disajikan untuk anak- anak, supaya anak- anak, dikenalakan terhadap pluralitas sedini mungkin. Penanaman kerukunan antar kelompok bisa ditanamkan sejak kecil. Karena di dunia sangat sering terjadi Konflik yang melibatkan masalah SARA (Suku, Ras Agama dan Antar Golongan).


Sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/Hey_Arnold!
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Hey_Arnold!_characters
http://ibnhu.blogspot.com/2010/10/hey-arnold.html

Kamis, 13 Juni 2013

every day is good :)


Sejarah HAM


            Sejarah hak asasi manusia berawal dari dunia Barat (Eropa). Seorang filsuf Inggris pada abad ke-17, John Locke, merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan,dan hak milik. Pada waktu itu, hak masih terbatas pada bidang sipil (pribadi) dan politik. Sejarah perkembangan hak asasi manusia ditandai adanya tiga peristiwa penting di dunia Barat, yaitu Magna Charta (1215), Revolusi Amerika (1276), dan Revolusi Prancis (1789).
                Untuk mengukuhkan jaminan perlindungan hak asasi manusia, pada tanggal 10 Desember 1948, melalui Sidang Umum di Caillot. Paris telah dikeluarkan Deklarasi Umum Hak-hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). Jadi pada tanggal 10 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia. Momen tersebut diperingati oleh setiap umat manusia diseluruh dunia dengan harapan semoga penegakan HAM di tahun mendatang lebih baik dari tahun sebelumnya.
            Usaha bangsa-bangsa di dunia dalam melindungi hak asasi manusia secara universal memakan waktu yang sangat panjang. Usaha ini telah dimulai sejak sejumlah perjanjian (traktat) dimasukkan ke dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1945. Namun usaha perlindungan hak asasi manusia yang dilakukan oleh suatu negara telah dimulai jauh sebelum memasuki abad ke-20.
Saya akan membahas sejarah HAM masuk di Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, para perintis bangsa ini telah memercikkan pikiran-pikiran untuk memperjuangkan harkat dan martabat manusia yang lebih baik. Percikan pikiran tersebut dapat dibaca dalam surat-surat R.A. Kartini yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”, karangan-karangan politik yang ditulis oleh H.O.S. Cokroaminoto, Agus Salim, Douwes Dekker, Soewardi Soeryaningrat, petisi yang dibuat oleh Sutardjo di Volksraad atau pledoi (pembelaan) Soekarno yang berjudul ”Indonesia Menggugat” dan Hatta dengan judul ”Indonesia Merdeka” yang dibacakan di depan pengadilan Hindia Belanda. Percikan-percikan pemikiran pada masa pergerakan kemerdekaan itu, yang terkristalisasi dengan kemerdekaan Indonesia, menjadi sumber inspirasi ketika konstitusi mulai diperdebatkan di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Di sinilah terlihat bahwa para pendiri bangsa ini sudah menyadari pentingnya hak asasi manusia sebagai fondasi Negara.



Referensi :

Jumat, 03 Mei 2013

DOVE – VERSI ‘Real Beauty Sketches’



Saya melihat iklan tersebut, terlihat beberapa orang wanita, laki-laki dan pelukis sketsa wajah di sebuah ruangan. Dan banyak juga hasil sketsa gambar yang terpajang juga di ruangan itu. Pelukis sketsa tersebut dibintangi oleh actor FBI, Gili Zamora.
Proses pelukisan wajah ini dilakukan pada ruangan yang terdapat gorden untuk memisahkan si pelukis dan model-model perempuannya.  Pelukis wajah ini melukis sketsa wajah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai seluruh struktur wajah pada modelnya, dan hasil sketsa tersebut asli berdasarkan apa yang di katakan oleh para perempuan-perempuan itu karena memang pelukis dan model serta laki=laki yang juga dimintai keterangan memang juga tidak saling melihat wajah masing-masing. Mempertanyakan pada model itu sendiri dan juga pada perempuan model lain mengenai model perempuan satunya. Tetapi secara bergantian, jadi model perempuan satu dengan yang lainya sebelumnya memang tidak kenal dan mereka hanya berkenalan sebentar. Ada juga laki-laki yang di ikutsertakan. Setelah itu lah mereka harus menjelaskan bagaimana bentuk-bentuk wajah model perempuan itu satu sama lain.
          Dua hasil dari setiap sketsa wajah selalu berbeda. Hasil yang pertama adalah berdasarkan dari model itu sendiri dan hasil yang ke dua adalah dari pendapat perempuan atau laki-laki  lain mengenai model tersebut. Dan dari semua hasil menunjukan bahwa hasil kedua sketsa wajah tersebut selalu berbeda dan ada yang lebih baik, ada perempuan yang sebagai model berpendapat, bahwa lukisan yang satu lebih terbuka, ramah, dan bahagia, dan hasil yang lebih baik tersebut adalah gambaran mengenai pendapat perempuan yang lain terhadap si model.
          Para perempuan yang berpendapat mengenai dirinya sendiri sewaktu dilukis wajahnya memiliki persepsi diri yang salah tentang diri mereka. Para wanita tersebut meremehkan kecantikan diri yang mereka miliki dan itu mempengaruhi kehidupan yang dijalani. Sedangkan hasil lukisan yang berdasarkan dari pendapat perempuan lain selalu terlihat lebih cantik dam menarik. Setelah berbincang dan melihat hasil dari lukisan wajah dari masing-masing mereka sendiri, mereka terlihat menjadi sangat disadarkan akan kecantikan dari siri mereka masing-masing, mereka terlihat lebih bersyukur dan sangat menginspirasi mereka bahwa mereka lebih cantik dari yang mereka pikikan. Mereka terlihat terharu dan terlihat senang melihat hasilnya.
      
     Menurut saya iklan ini cukup menarik karena, dengan tagline You are more beautiful than you think yang berarti “ anda lebih cantik daripada yang anda pikirkan” yang sangat menginspirasi kita, mencoba mengajak setiap wanita untuk lebih percaya diri dengan kecantikan alami yang dimiliki. Menyadarkan para wanita kalau kita tidak bisa menilai diri sendiri, orang lainlah yang lebih bisa menilai, dan lebih percaya diri karena kelebihan kita lebih terlihat lebih baik dalam persepsi orang lain yang melihatnya. Mengajak kita untuk menyadari untuk tidak memfokuskan apa yang kurang dalam diri kita tetapi lebih memfokuskan diri pada kelebihan alami dalam diri kita.
     Tetapi selama dalam iklan ini saya tidak melihat produk dove selain tagline dan brand dovenya. Menurut saya iklan ini adalah ikan perwakilan dari seluruh produk dove. Apakah maksud dari pembuat iklan adalah jika kita para perempuan menggunakan sabun atau produk Dove yang lain akan lebih cantik atau bagaimana saya kurang bisa menangkapnya dan memang sangat kurang terlihat pada iklan ini. Atau bisa juga dari Dove sendiri memang hanya ingin membuat suatu hal yang dapat menginspirasi semua perempuan karena hamper semua produk Dove memang dikususkan dipakai untuk para perempuan.

    


    



Senin, 08 April 2013

Akulturasi Kesenian “ Tari Saman”


            Tarian khas daerah Aceh, Tari Saman, tarian ini merupakan salah satu hasil akulturasi budaya Islam dengan budaya masyarakat setempat.Tari saman pada awalnya merupakan permainan rakyat Aceh yang dikenal dengan "Pok Ane". Karena sangat diminati, seorang Pendakwah bernama Syekh Saman menyisipkan syair yang berupa kalimat puji-pujian kepada Sang Khalik sebagai musik pengiring tarian ini.
Sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab danbahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayodi Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.


                       http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Saman

Trail of space - nutmeg and clove



  Kate Humble on a journey around the spice islands of Indonesia. The original home of these two spices, there is nutmeg “pala” and clove “tembakau”. In the program we see examples of fruit being cut open when it has been picked early. We see the outer red skin of the nut being removed and dried to create mace “bunga pala”. The inner skin or black shell of the nut is then removed and discarded and what is left is the hard brown "nut" we call nutmeg. The outside of the nutmeg is said, can be used as, jam, candy and syrup.
     Clove, are told that the best cloves are pink and not yet opened. A mixture of long poles, rope pulling and tree climbing are used so the pickers can collect the clusters of buds from all over the trees. Back on the ground the individual cloves are snapped off from the bud cluster and they are sun dried in the streets. The rest of the bud cluster (stalks and a few small young leaves) are used as an additive to Tobacco, to make a Herbal cigarette.

Ratusan nyawa berbanding satu



Saya mengambil satu kasus yang ini adalah sangat sangat menjadi contoh tentang pembahasan bertemakan penghargaan sebuah nyawa. Saya pernah melihat suatu video pendek yang menceritakan sebuah cerita singkat akan tetapi sangat memberi pelajaran dan sangat menyentuh. Diceritakan ada seorang bapak yang bekerja sebagai penjaga jembatan. Jembatan yang di bangun untuk menyeberangi sungai yang cukup besar. Jembatan tersebut yang dioperasikan dengan tuas dan jembatan tersebut adalah sekaligus jalur rel kereta api. Jadi cara kerjanya adalah bila ada kereta api yang akan melintas tuas harus di tarik agar jembatan menyatu, bagaimana bisa mengetahui bahwa akan ada kereta yang melintas adalah adanya lampu yang sudah di atur sedemikian rupa akan menyala dan mengeluarkan bunyi, tetapi waktu dalam pemberitahuan itu adalah singkat dan secepat mungkin tuas harus segera di tarik. Pada pangkal atau ujung-ujung  jembatan terdapat sebuah ruang kecil dimana ruang tersebut adalah ruang kecil yang di gunakan untuk setiap kali pengecekan elemen-elemen jembatan yang mungkin rusak akan di perbaiki di tempat itu.
Bapak ini mempunyai seorang anak laki-laki kecil sekitar berumur 2 sampai 3 tahun. Bapak ini sangat menyayangi anaknya. Selalu bercanda setiap saat, dan anak ini pun setia menemani bapaknya saat bekerja. Diceritakan bapak dan anak ini selalu menghabiskan waktu bersama. Setiap hari juga bapak ini bekerja dengan di temani anaknya, memang tidak diceritakan di mana posisi ibu anak ini. Yang ada hanyalah bapak dan anak ini.
Suatu hari bapak ini sedang membuat laporan pekerjaan nya di dalam ruangan tuas dan dia biarkan anaknya bermain sendiri di sekitar jembatan. Karena mungkin terlalu fokus terhadap pekerjaannya, sehingga bapak ini membiarkan juga anaknya bermain pada pangkal jembatan. Anaknya yang bergelantungan terlihat sangat menyenangkan. Tiba-tiba lampu pun menyala dan berbunyi, tanda akan ada kereta yang melintas, bapak ini pun segera sigap segera akan menarik tuas, seketika itu juga pandangan bapak ini tertuju pada anaknya karena terdengarnya suara tertawa anaknya yang berasal dari pangkal jembatan.
Seketika itu juga bapak ini sangatlah bingung. Bilamana dia harus segera mungkin menarik tuas agar jambatan turun dan kereta melintas, tetapi bila tuas di tarik jembatan turun akan mengakibatkan anaknya yang sedang bermain di pangkal jembatan terjepin dan mungkin akan memotong tubuh kecil anaknya itu. Sangat sulit di saat itu bapak ini memutuskan, ia harus menyelamatkan anaknya yang akan mati terjepit dan membiarkan kereta jatuh dalam sungai dan akan banyak korban mati atau tetap menarik tuas, menyelamatkan banyak nyawa tetapi kehilangan satu nyawa anak yang sangat disayanginya. Di dalam video ini sangat di tunjukan kebingungan yang sedang dirasakan bapak ini dengan visualisasi yang menampilkan antara kereta, tuas, bapak dan anak dengan tempat berbeda, bergantian dan sangat cepat. Selama kurang lebih kurang dari satu menit bapak ini memutuskan bahwa ia tetap akan menarik tuas, dan merelakan anaknya. Setelah kereta melintas, segera keluarlah bapak ini dalam ruangan tuas, berteriak histeris menghampiri anaknya, dia sangat terpukul dengan teriakan teriakannya yang sangat histeris dan menggambarkan kekecewaan kehilangan sesuatu apa yang sangat dia sayang.
Dengan teriakan dan tangisan, dibungkusnya tubuh kecil anaknya yang sudah terbelah menjadi 2 bagian, berlumuran darah dan sangat menyedihkan itu dengan baju yang bapak itu kenakan. Dia bawa tubuh anaknya itu melewati stasiun dimana berhentinya kereta yang melintas tadi. Dengan tangisan nya yang masih belum berhenti, disaksikannya para penumpang kereta yang turun satu persatu dari gerbong kereta banyak sekali anak-anak yang menjadi penumpang disana, keluarga, para remaja, dan orang tua lansia yang turun dari sana. Tangisan kekecewaan yang dalam lama kelamaan berubah menjadi tangisan haru yang sangat menjadi lambang bersyukur, bapak ini mejadi sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah sangat baik karena ia rela mengorbankan nyawa anaknya demi banyak nyawa para penumpang kereta.
Di kasus yang saya ambil ini, saya mengambil kesimpulan, penghargaan sebuah nyawa di sini sangatlah nyata dan berarti. Seorang bapak yang rela mengorbankan nyawa anaknya demi banyak nyawa penumpang kereta. Walaupun sangatnya menyakitkan harus kehilangan nyawa seseorang yang disayanginya tetapi dia mengambil keputusan yang sangat tepat sehingga dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia. 

Kamis, 28 Maret 2013

TEMPORASI 2 - Deklarasi Djuanda

http://www.youtube.com/watch?v=Sk5yU-hukKQ

Rabu, 30 Januari 2013

(ˆ⌣ˆ)